KAJIAN ISLAM
Situs ini dibuat sebagai wahana kajian tentang pemikiran Islam dan ajarannya dalam berbagai aspeknya, agar memberi keteguhan kita dalam berpegang teguh sepenuhnya terhadap ajaran Islam misi utama para Nabi dan risalah akhir ilahi yang diturunkan kepada Nabi besar Muhammad SAW.
Monday, May 13, 2019
Saturday, March 2, 2019
CARA MEMBESARKAN ANAK DALAM ISLAM
Membesarkan Anak dengan Cara Islam
Di banyak rumah tangga Muslim, Islam diajarkan kepada anak-anak secara terpisah dari konsep dan nilai-nilai lain dan kami terlalu bergantung pada empat jam sekolah minggu untuk mengajarkan anak-anak kami banyak informasi. Kami juga mulai mengajarkan nilai-nilai dasar Islam kepada anak-anak terlambat sehubungan dengan usia mereka, dan seringkali kita mungkin tidak mengajarkan mereka apa yang mereka butuhkan untuk tumbuh menjadi bahagia dan mempraktikkan umat Islam dan manusia. Dorongannya ada pada kita sebagai komunitas keseluruhan, bukan hanya pada mereka yang sudah diberkati menjadi orang tua, untuk bekerja bersama untuk memastikan anak-anak dikelilingi dengan nilai-nilai dan tindakan Islam daripada hanya retorika kosong.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak komunitas telah dipaksa untuk mengatasi kurangnya perilaku yang sesuai secara Islam pada bagian dari masa muda mereka. Kami biasanya telah mencoba untuk memperbaiki situasi melalui serangkaian langkah-langkah yang dapat diprediksi yang meliputi yang berikut: mengirim pemuda ke ceramah dan acara Islam, membenamkan mereka dalam budaya "kembali ke rumah", atau berharap bahwa ini adalah fase yang mereka akan lelah pada akhirnya . Namun, pendekatan kami untuk mengajar anak-anak kita tentang Islam secara konsisten gagal karena karena kita tahu bahwa seorang anak harus diajari membaca dan menulis mulai dari usia lima tahun, kita jarang menanamkan dalam diri mereka kebutuhan untuk berdoa tepat waktu pada saat yang bersamaan. usia. Sangat sering, lingkungan sosial seseorang dipersalahkan sebagai alasan di balik siapa dan menjadi apa mereka. Ada banyak yang tidak setuju dalam hal ini; namun, kesalahan itu tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh orang tua. Kenyataannya jauh lebih rumit dan mengatakan "itu kesalahan orang tua" tidak masuk akal, mengingat secara historis kita memiliki Nabi dan Imam yang anak-anaknya tidak mematuhi Islam. Lalu apa solusinya?
Di banyak rumah tangga Muslim, Islam diajarkan kepada anak-anak secara terpisah dari konsep dan nilai-nilai lain dan kami terlalu bergantung pada empat jam sekolah minggu untuk mengajarkan anak-anak kami banyak informasi. Kami juga mulai mengajarkan nilai-nilai dasar Islam kepada anak-anak terlambat sehubungan dengan usia mereka, dan seringkali kita mungkin tidak mengajarkan mereka apa yang mereka butuhkan untuk tumbuh menjadi bahagia dan mempraktikkan umat Islam dan manusia. Dorongannya ada pada kita sebagai komunitas keseluruhan, bukan hanya pada mereka yang sudah diberkati menjadi orang tua, untuk bekerja bersama untuk memastikan anak-anak dikelilingi dengan nilai-nilai dan tindakan Islam daripada hanya retorika kosong.
Apa Hak-Hak Anak dalam Islam?
Sebelum langkah-langkah praktis dapat diambil untuk mengajarkan konsep dan perilaku Islam yang penting kepada anak-anak, kita harus menyadari bahwa semua anak di komunitas kita memiliki hak terhadap kita. Kami saat ini gagal sebagai komunitas Muslim kolektif dalam memenuhi kewajiban kami terhadap para pengikut dan ciptaan Tuhan yang termuda. Pada Hari Penghakiman, masing-masing dari kita bertanggung jawab atas pekerjaan kita yang dilakukan untuk membantu anak muda kita dalam mencapai pemahaman tentang Islam.
Apa sebenarnya hak anak-anak dalam Islam? Nabi Muhammad (saw) dan keturunannya) berkata kepada Imam Ali (saw): "Wahai Ali, ada banyak hak anak-anak yang berkuasa atas orang tua sebagaimana ada hak orang tua yang berkuasa atas anak-anak." Menurut Kehidupan Keluarga Islam oleh Allama Sayyid Saeed Akhtar Rizvi, anak-anak memiliki enam hak dasar dalam Islam:
Hak untuk hidup.
Hak milik keluarga.
Hak untuk memiliki nama baik.
Hak untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Hak untuk memiliki pendidikan dasar sekuler dan keagamaan.
Hak untuk diangkat menurut Islam.
Perlu diingat bahwa Nabi dan Rumah Tangga-Nya telah menetapkan bagi kita pedoman tentang bagaimana membesarkan anak-anak menurut Islam, di bawah ini adalah saran dan langkah-langkah yang diperlukan untuk memfasilitasi pendidikan Islam yang tepat di komunitas kita.
Pemodelan Perilaku yang Tepat
Nabi Muhammad membagi kehidupan seorang anak dari usia bayi hingga 21 menjadi tiga tahap, masing-masing berlangsung selama tujuh tahun. Selama tahap pertama dari 0-7 tahun, itu harus menjadi prioritas untuk menanamkan pada anak-anak nilai-nilai yang diperlukan untuk pengasuhan yang tepat dan untuk bekerja pada pembangunan karakter. Mereka yang akrab dengan perkembangan anak akan setuju bahwa itu bukan periode untuk memperkenalkan konsep-konsep kompleks dalam Islam dan juga tidak tepat untuk menggunakan rasa takut dan malu sebagai taktik untuk membuat anak-anak mematuhi hukum Islam. Sebaliknya, Nabi Muhammad mengajarkan kita bahwa pada tahap ini kita harus mencontohkan perilaku yang pantas dan memperlakukan anak-anak dengan rahmat dan rasa hormat: "Hormati anak-anakmu dan ajari mereka perilaku yang baik dan Allah akan mengampuni (dosa-dosamu)."
Kita harus mencontohkan perilaku yang pantas secara Islam di hadapan anak-anak kecil di komunitas kita di masjid, acara komunitas, dan aktivitas sehari-hari terlepas dari apakah kita orang tuanya atau tidak. Anak-anak di usia ini menyerap informasi dengan cepat dan terserah kepada kami untuk menunjukkan kepada mereka apa yang ada dan tidak menurut
Saturday, February 9, 2019
Islam dan Sains
Islam dan Sains - Pendahuluan
Khurshid Ahmad memberi kita pernyataan yang jelas tentang hubungan antara Islam dan Sains: "Konsep dasar Islam adalah bahwa seluruh alam semesta diciptakan oleh Tuhan, yang oleh Islam disebut Allah dan yang adalah Tuhan dan Penguasa Alam Semesta. Dia adalah Tuhan semesta alam yang Dia sendiri pertahankan. ”1
Ketika datang ke Islam dan Sains, pandangan dunia Islam menegaskan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta. Jadi, orang-orang Kristen dan Muslim berpisah dengan pandangan dunia ateistik yang menyangkal keberadaan Tuhan dan menegaskan asal-usul naturalistik dan evolusi dunia. “Orang-orang Muslim, seperti halnya orang Kristen, bersaksi bahwa Allah adalah Pencipta. Sebagai Pencipta, ia selain ciptaan. Dia bukan alam; ia berada di atas dan di luar ciptaannya (transenden). Orang Muslim percaya bahwa ciptaan Tuhan itu sempurna. "2
Islam dan Sains - Kreasionisme
Menurut Islam dan pandangannya tentang sains, Tuhan selalu ada. Dia abadi dan mandiri. Dia menciptakan segalanya dan mengatur alam semesta secara berurutan. Menggema Kejadian 1; kita membaca dalam Al-Quran bahwa ketika Tuhan berbicara, dunia diciptakan. "Bagi-Nya adalah asal mula dari langit dan bumi: ketika Dia menyatakan suatu masalah, Dia berkata kepadanya: 'Jadilah,' dan inilah" (2: 117). Ketika perawan Maria menemukan dirinya dengan anak, dia bertanya bagaimana bisa begitu. "Dia berkata," Ya Tuhanku! Bagaimana saya dapat memiliki seorang putra ketika tidak ada seorang pun yang menyentuh saya? 'Dia berkata:' Meski begitu: Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki: ketika Dia telah menetapkan suatu Rencana, Dia tetapi berkata kepadanya, “Jadilah,” dan inilah dia! ” (3:47).
Islam dan Sains - Penciptaan dalam Enam atau Delapan Hari?
Meskipun orang-orang Kristen dan Muslim memiliki keyakinan yang sama tentang keberadaan Tuhan dan ciptaan dunia, pandangan Islam tentang ciptaan berbeda dari wahyu alkitabiah. Misalnya, sementara Alkitab menggambarkan penciptaan dalam enam hari (dengan Sabat Tuhan pada hari ketujuh), Al-Qur'an menegaskan sebaliknya. Dalam beberapa bagian penciptaan dikatakan telah memakan waktu enam hari:
Pengawal-Tuhanmu adalah Tuhan, Yang menciptakan langit dan bumi adalah enam hari, dan dengan teguh ditegakkan di Singgasana ... (7:54)
Tuhanlah yang menciptakan langit dan bumi, dan semuanya di antara mereka, dalam enam hari, dan ditegakkan dengan kuat di Tahta ... (32: 4)
Kami menciptakan langit dan bumi dan semua di antara mereka dalam Enam Hari, juga tidak ada rasa lelah menyentuh Kami. (50:38) Tetapi bagian lain menggambarkan penciptaan memakan waktu delapan hari (dua tambah empat ditambah dua):
Katakan: Apakah kamu mengingkari Dia yang menciptakan bumi dalam dua hari? Dan apakah kamu bergabung dengan Dia? Dia adalah Tuhan atas (semua) Dunia. Dia menempatkan gunung-gunung (bumi) yang berdiri kokoh, jauh di atasnya, dan melimpahi berkat-berkat di bumi, dan mengukur di dalamnya segala hal untuk memberi mereka makanan sesuai dengan proporsi, dalam empat hari, sesuai dengan (kebutuhan) mereka yang mencari (rezeki). Selain itu Dia memahami dalam rancangan-Nya langit, dan itu telah (sebagai) asap: Dia berkata kepada itu dan ke bumi: "Marilah kamu bersama-sama, dengan suka rela atau tidak." ketaatan. ”Maka Dia menciptakan mereka sebagai tujuh cakrawala dalam dua Hari, dan Dia menugaskan kepada masing-masing surga tugas dan perintahnya… (41: 9-12, penekanan ditambahkan)
Islam dan Sains - 24 Jam Sehari atau Abad?
Karena komunitas Kristen terbagi atas apakah mengadvokasi bumi tua atau muda, umat Islam juga terpecah. Sementara lebih banyak Muslim tradisional menganggap referensi ke hari sebagai dua puluh empat jam dalam durasi, beberapa juru bicara Muslim kontemporer berpendapat bahwa hari-hari penciptaan adalah periode waktu yang lama (meskipun mereka biasanya tidak menganjurkan teori evolusi). “Bumi dan alam semesta diciptakan oleh Tuhan melalui proses langkah demi langkah yang panjang,” tulis Badru Kateregga. “Saksi Al-Qur'an lebih lanjut bersaksi bahwa Tuhan menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara mereka dalam enam 'periode', dan tidak ada rasa lelah yang menyentuhnya (Qur'an 50:38). Allah menciptakan alam semesta dan bumi dalam perkembangan langkah demi langkah yang teratur. ”3
Islam dan Sains - Penciptaan dan Kejatuhan
Orang-orang Muslim menyangkal pentingnya kejatuhan Adam dan Hawa. Alkitab menggambarkan pentingnya kejatuhan tidak hanya pada manusia tetapi juga pada dunia itu sendiri. Karena pemberontakan Adam dan Hawa, tanah dikutuk (Kejadian 3:17) dan telah “mengerang” sejak saat itu, menunggu hari kebangkitan manusia dan pembaruan bumi (Roma 8: 19–23). Orang-orang Muslim menolak "pandangan Kristen bahwa Allah sebenarnya 'mengutuk' tanah (Kejadian 3: 14-24)," tulis Katterega. "Semua yang Allah katakan kepada manusia sehubungan dengan tanah setelah turunnya Adam ke bumi adalah seperti dikutip: 'Di dalamnya kamu akan hidup dan di dalamnya kamu akan mati, dan di dalamnya kamu akan dibawa [dalam kebangkitan]' (Qur'an) 7:25). ”4
Islam dan Sains - Kesimpulan
Ketika merangkum Islam dan sains, umat Islam menegaskan keberadaan Tuhan dan ciptaan-Nya atas alam semesta. Mereka tidak menyamakan Tuhan dengan ciptaan. Mereka mempertahankan perbedaan Pencipta-ciptaan, seperti halnya orang Kristen. Mereka juga percaya bahwa desain alam semesta menunjuk k
ISLAM AND SCIENCE
Islam and Science
Islam and Science – Introduction
Khurshid Ahmad gives us a clear statement regarding the connection between Islam and Science: “The basic Islamic concept is that the entire universe was created by God, whom Islam calls Allah and who is the Lord and Sovereign of the Universe. He is the Lord of the universe which He alone sustains.”1
When it comes to Islam and Science, the Islamic worldview affirms that God created the universe. Thus Christians and Muslims part company with atheistic worldviews that deny the existence of God and assert a naturalistic origin and evolution of the world. “Muslims, like Christians, do witness that God is the Creator. As Creator, he is other than creation. He is not nature; he is above and beyond his creation (transcendent). Muslims believe that God’s creation is perfect.”2
Islam and Science – Creationism
According to Islam and its view of science, God has always existed. He is eternal and self-existent. He created everything and set the universe in order. Echoing Genesis 1; we read in the Qur’an that when God spoke, the world was created. “To Him is due the primal origin of the heavens and the earth: when He decreeth a matter, He saith to it: ‘Be,’ and it is” (2:117). When the virgin Mary found herself with child, she inquired as to how it could be so. “She said, ‘O my Lord! How shall I have a son when no man has touched me?’ He said: ‘Even so: God createth what He willeth: when He hath decreed a Plan, He but saith to it, “Be,” and it is!’” (3:47).
Islam and Science – Creation in Six or Eight Days?
Though Christians and Muslims share some common convictions regarding the existence of God and the creation of the world, the Islamic view of creation differs from biblical revelation. For instance, while the Bible describes creation in six days (with God’s Sabbath on the seventh day), the Qur’an asserts otherwise. In some passages creation is said to have taken six days:
Your Guardian-Lord is God, Who created the heavens and the earth is six Days, and is firmly established on the Throne... (7:54)
It is God Who has created the heavens and the earth, and all between them, in six Days, and is firmly established on the Throne... (32:4)
We created the heavens and the earth and all between them in Six Days, nor did any sense of weariness touch Us. (50:38)But another passage describes the creation as taking eight days (two plus four plus two):
Say: It is that ye deny Him Who created the earth in two Days? And do ye join equals with Him? He is the Lord of (all) the Worlds. He set on the (earth) mountains standing firm, high above it, and bestowed blessings on the earth, and measured therein all things to give them nourishment in due proportion, in four Days,in accordance with (the needs of) those who seek (sustenance). Moreover He comprehended in His design the sky, and it had been (as) smoke: He said to it and to the earth: “Come ye together, willingly or unwillingly.” They said: “We do come (together), in willing obedience.” So He created them as seven firmaments in two Days, and He assigned to each heaven its duty and command… (41:9–12, emphasis added)
Islam and Science – 24-Hour Days or Ages?
As the Christian community is divided over whether to advocate an old or young earth, Muslims are divided as well. While many more traditional Muslims take the reference to days as twenty-four hours in duration, some contemporary Muslim spokesmen hold that the days of creation were long periods of time (though they do not normally advocate evolutionary theories). “The earth and universe were created by God through a long step-by-step process,” writes Badru Kateregga. “The Qur’anic witness further testifies that God created the heavens and the earth and what is between them in six ‘periods,’ and no weariness touched him (Qur’an 50:38). God created the universe and the earth in an orderly step-by-step progression.”3
Islam and Science – Creation and the Fall
Muslims deny the significance of the fall of Adam and Eve. The Bible describes the significance of the fall not only upon human beings but also upon the world itself. Due to Adam and Eve’s rebellion, the ground is cursed (Genesis 3:17) and has been “groaning” ever since, awaiting the day of the resurrection of humans and the renewal of the earth (Romans 8:19–23). Muslims reject “the Christian view that God in fact ‘cursed’ the ground (Gen 3:14–24),” writes Katterega. “All that God tells man in relation to the ground after the descent of Adam to earth is as quoted: ‘Therein Ye shall live and therein Ye shall die, and therein Ye shall be brought forth [in the resurrection]’ (Qur’an 7:25).”4
Islam and Science – Conclusion
When summarizing Islam and science, Muslims affirm the existence of God and His creation of the universe. They do not equate God with the creation. They maintain a Creator-creature distinction, as do Christians. They also believe that the design of the universe points to the existence of the Designer. While some modernized Muslims have adopted evolutionary theories (as have some Christians), orthodox Muslims know that such naturalistic theories conflict with the teachings of the Qur’an and Muhammad. While Christians and Muslims hold several beliefs in common, the Qur’an presents confusion on the number of days of creation—though many Muslims read these days in a non-literal fashion—and they deny that the fall of Adam and Eve brought God’s curse upon the earth.
Learn More!
Notes:
Rendered with permission from the book, Understanding the Times: The Collision of Today’s Competing Worldviews (Rev 2nd ed), David Noebel, Summit Press, 2006. Compliments of John Stonestreet, David Noebel, and the Christian Worldview Ministry at Summit Ministries. All rights reserved in the original.
1 Khurshid Ahmad, Islam: Its Meaning and Message, 3rd ed. (Leicester, UK: The Islamic Foundation, 1999), 29.
2 Badru D. Kateregga and David W. Shenk, Islam and Christianity: A Muslim and a Christian in Dialogue,electronically available on The World of Islam: Resources for UnderstandingCD-ROM, published by Global Mapping International, 5350.
3 Ibid., 5273.
4 Ibid., 5350.
WHAT DO YOU THINK?
- We have all sinned and deserve God's judgment. God, the Father, sent His only Son to satisfy that judgment for those who believe in Him. Jesus, the creator and eternal Son of God, who lived a sinless life, loves us so much that He died for our sins, taking theu punishment that we deserve, was buried, and rose from the dead according to the Bible. If you truly believe and trust this in your heart, receiving Jesus alone as your Savior, declaring, "Jesus is Lord," you will be saved from judgment and spend eternity with God in heaven.What is your response?
Thursday, November 1, 2018
ISLAM DAN PROBLEM ISRASIL
BAB I
TIGA
SUDUT PERMASALAHAN
A.
TINJAUAN HISTORIS
Problem konfrontasi Israil versus dunia muslim saat ini bukan suatu
preseden lagi pararel dalam sejarah Islam.Dunia Muslim cenderung menganggapnya
sebagai suatu bentuk kolonialisme modern atau lebih dari itu bisa dikatakan
sebagai bentuk perulangan “perang salib”.Sulit dibedakan apakah Israil salah
satu asumsi tersebut atau bahkan kedua anggapan tersebut atau lebih dari itu. Sayangnya
tidak ada literature Islam yang bertemakan masalah ini.Oleh karena itu,
kebutuhan untuk analisa problem ini kemudian menjadi lebih besar saat ini, yang menyerukan dunia Arab
khususnya dan dunia muslim pada umumnya untuk menerima Israil sebagai anggota
(bagian) integral bangsa-bangsa dunia muslim di Asia Afrika.
Problem Israil mempunyai
tiga sudut permasalahan yang melibatkan dunia Muslim,dunia Kristen dan
Yahudi.Dua hal yang pertama telah terkunci dalam pergumulan semenjak munculnya
Negara Islam di Madinah tahun 622 M.Sebenarnya jauh sebelumnya kepentingan
komersial orang Kristen telah mendorong bangsa Abyssinia (Habsi) mengadakan spekulasi kolonialisasi di Arabia Selatan tahun 560 M dan mencoba
merusak kekuatan Makkah pada tahun Gajah
atau tahun 570 M tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.Selang waktu itu
dunia Kristen Barat memandang perlu menggunakan semangat keagamaan Kristen
Timur guna mengeksploitasi semangat ini
sekaligus bangsa Arab pra Islam untuk kepentingan komersial.Pada saat itu Arab
pra Islam mengalami kevakuman agama, sementara orang-orang Kristen Barat
pemegang kendali kekuasaan tidak menekankan seruan da’wah pada suatu keyakinan
dan keimanan.Agaknya meteka tenggelam dalam pergolakan politik pada front
internal dan pertikaian senjata dan pergolakan ekonomi pada front
eksternal.Wilayah Arab tidak memiliki arti sama sekali bagi mereka kecuali
sebagai jalur perdagangan.Ketika Negara Baru Islam mulai muncul disusul
terintegrasinya kota Mekah dan sebagian besar suku-suku di bagian barat dan
selatan Arabia , maka Byzantium Romawi memandang perlu untuk memobilisasi
prajurit-prajurit bonekanya di Palestina Selatan dan Yordania .Suatu gerakan yang
membawa pecahnya pertempuran pertama kalinya antara Islam dan Dunia Kristen dalam perang Mu’tah.(94 H/ 631 M).
Wahyu Al Qur’an telah
mengatakan apa yang harus dikatakan tentang doktrin Kristen dan lewat sikap
personal Nabi SAW Negara Islam telah /’membiarkan
hubungannya dengan orang-orang kristiani apa adanya .Delegasi /utusan orang
Kristen Najran telah diterima dengan baik oleh Rosulullah SAW dan telah
memperoleh penghormatan dengan penuh keramahtamaan.Mereka ditawari masuk Islam.
Beberapa diantara mereka menerimanya dan
kemudian menjadi anggota integral umat Islam (komunitas Muslim ).Sebagian lagi
menolak dan keputusannya dihormati Mereka menerima Pax Islamica (Tata dunia
baru Islam) dan menjadi sebuah komunitas otonomi yang diberi kewenangan mengatur
hukum dan institusinya sendiri , nasib dan momentumnya sendiri sebagai bagian integral Negara Islam
Universal.Akan tetapi Dunia Kristen utara tidak menyetujui persepakatan tersebut.. Itulah kenapa ketika Rosulullah
mengirim dua orang sahabatnya ke Dha al Talh untuk da’wah Islam , mereka berdua
dipenggal kepalanya dan konfrontasipun
tidak bisa terelakkan
Mulai waktu itulah
hubungan Negara Islam (kemudian hingga sekarang Dunia Muslim) dan dunia Kristen menjadi hubungan
konfrontatif. Periode ketidak aktivan konfrontasi dalam batas-batas
mereka yang wajar tentu saja ada.Tetapi hanya berlangsug sangat temporer karena kedua
belah pihak telah kehabisan tenaga dan energy. Benar-benar sia-sialah
dunia muslim menawarkan kepada dunia Kristen Pax Islamica yang didektekan oleh
konstitusi Negara Islam.Di balik ketenangan, dunia Kristen berada dalam
frustasi karena tidak mampu menaklukkan dunia muslim.Selang itu,dunia Kristenpun
memperoleh kekuatanya kembali memperlihatkan kegeramannya dan melakukan
ekspansi terhadap dunia Muslim melawan Negara-negara kecil muslim di Spanyol,
kekholifahan Ustamaniyh di Eropa Timur,kaum muslim di Afrika Barat, Samudera
India dan Malay Basin.Akibatnya muncul
kolonialisme.Dunia Muslim telah menyaksikan dan merasakan berbagai bentuk
kolonialime..Kaum penjajah Eropa dan pendudukannya di wilayah Al Jazair,intrusi
(pencampuran) elemen masyarakat asing non muslim dalam komunitas masyarakat muslim-di Malesia,Indonesia,
Cyprus,Palestina; eksploitasi ekonomi,imperalisme budaya, kristenisasi,upaya
mengambat munculnya kesadaran bangsa dan perkembangannya,menebarkan
perselisihan dan fitnah di mana-mana.Ketika dunia muslim bangkit melakukan
perlawanan senjata terhadap kehadiran
asing di tengah-tengah mereka, dunia Kristen hanya merubah taktiknya dan segera
menyesuaikan tujuannya dengan situasi baru.Pendudukan militer dan administrasi
colonial diakhiri, tetapi praktek kolonialisme
dengan cara yang lebih halus dan lebih membinasakan masih terus berlangsung.
Runtuhnya
kekhalifahan Utsmaniyah (ottoman empire)
disambut di dunia Barat Kristen
dengan suka cita , karena menandakan berakhirnya hegomoni Muslim di dunia . Hal
yang sama terjadi di wilayah Islam sendiri.Kaum muslimin sekarang telah menjadi
obyek dominasi dunia barat Kristen;dan identitas Islam,ukhuwwah islamiyah
(unity),budaya mereka serta agama mereka sudah tentu tercabik-cabik dan
dihancurkan.
Demikianlah dendam
dan kebencian umum yang mendarah mendaging dalam hati dunia Barat Kristen
mungkin benar-benar terlampiaskan.
B.
KEPENTINGAN DUNIA BARAT DAN TIMUR DEKAT.
Problem Israil
berantai lagi sangat sulit terpecahkan hingga abad ke sembilan belas
ini-pertikaian lama antara dunia muslim dan dunia Kristen masih
berlanjut.Ketika Balfour membuat deklarasi keji
pada tahun 1918, ia masih tetap meneruskan tradisi lama mereka mencoba
dengan taktik memecah belah dan menanamkan di suatu wilayah tertentu orang
asing yang diharapkan senantiasa menimbulkan perselisihan dan benturan dengan dengan sisa-sisa kekuatan Islam yang
ada dalam waktu dekat dan menerapkan prinsip “devide et impero” politik adu
domba.
Ketika route
perjalanan ke Hindia dan Timur Jauh memutar
lewat Afrika,maka daerah koloni di Semenanjung Harapan (The Cape of Good Hope),
pesisir timur Afrika,Aden dan daerah semenanjung jazirah Arab dipandang sangat signifikan untuk menjamin
route tersebut.Terbukanya Terusan Suez
sangat penting bagi Inggris untuk
menduduki Mesir,menetralisir Arabia
serta merebut wilayah-wilayah pantai timur Mediterania ( Palestina,Yordania,
Syiria dan Libanon) dari kontrol ottoman Muslim (Turki Ustmani) .
Wilayah-wilayah tersebut juga sangat berguna untuk kepentingan
mereka. Lembah sungai Nil menghasilkan gula dan padi untuk kepentingan pasar dunia serta kapuk
kapas kwalitas terbaik untuk pabrik tekstil Inggris.Tanah-tanah wilayah
Mediterania Timur menghasilkan gandum dan buah-buahan yang cukup untuk diangkut kapal ke Eropa
sebelum musim dingin.Perencanaan produksi dan eksplorasi minyak Irak dan
Iran telah terbayangkan terlebih dahulu
pada perang dunia pertama yang mendorong pendudukan wilayah tersebut
sepenuhnya.Puncak semua itu,hasil strategi militer di wilayah tersebut bagi kerajaan Inggris, Perancis, Italia dan
Belanda melebihi semua pertimbangan yang ada.
Dua kepentingan
Amerika mendektekan asumsi Amerika Serikat sekitar beban-beban Kolonialisme Eropa di wilayah tersebut sepanjang perang dunia II
; strategi militer anti- USSR dan minyak.Terciptanya Negara Israil sangat
membantu beberapa tujuan berikut :
Pertama.: mengantisipasi terjadinya perang dunia lagi dan memberi
dasar persaudaraan Barat sesuai kepentingannya untuk menjaga survivalnya.
Kedua : Memberi kemampuan mengalirkan energy dan
sumber-sumber alamnya disekitar daaerah yang terbelakang secara menyakitkan
,jika tidak mengucapkan terima kasih, rekontruksi kebangsaan akan membuat
mereka lebih mampu melawan dominasi dunia barat Kristen.
Ketiga : Sekarang di
semenanjun Arabia pada tahun taiga puluhan ditemukan minyak bumi membantu
memberi kekuatan ,namun erat ketergantungannya pada Israllah yang diharapkan
menjamin kekawatiran ini dan sumber vital.
Keempat: Menciptakan sebab yang akan melemparkan seluruh wilayah
/daerah tersebut dalam kancah kekacauan dan kemudian memungkinkan dominasi
barat memenuhi obyek eksploitasi kolonialis secara lebih murah dan mudah .
Kelima : Kelihatannya,
terciptanya neagara Israil dapat
menciptakan “kapak” non barat yang dapat digunakan barat memanipulasi dan
melempar negeri yang ingin memisahkan diri dari pengaruh barat.
Keenam : Memberikan gambaran kepada hati nurani dunia Kristen Barat
yang selalu dibayang-banyangi dosa
kejahatan Dunia Kristen melawan Yahudi
selama dua mellenium yang klimaknya pembantaian Yahudi besar-besaran
yang dilakukan oleh Hitler.
Tujuh Untuk membinasakan
dan membumihanguskan kekuatan dunia Islam dengan membelah “Al Ummah”:
(komunitas Islam Dunia) menjadi separoh kekuatan Asia dan setengahnya kekuatan
Afrika yang terpisah oleh dinding penghalang yang tidak mungkin teratasi.
C.
ZIONISME DAN AMBISI BARAT
Tujuan dan target
zionisme senada dengan keinginan dan ambisi
barat Kristen, sebagaimana yang terlihat dalam pergumulan dan perlawanan
hidup dan matinya melawan Islam.
Seandainya tidak ada problem Yahudi di
barat ,sekiranya tidak pernah ada Zionism, barangkali Dunia Barat Kristen
telah menciptakan problem
serupa.Sebenarnya mereka telah menciptakan “Israil-Israil” lain di dunia muslim
.Mereka telah menanam orang china di Malesia dan menciptakan Negara
Singapura,mereka menanam orang Yunani di Siprus, menaruh orang Yunani dan
Italia di Alexandria serta menaruh orang Armenia di Libanon dan dengan sengaja
telah menciptakan Israil-Israil yang lebih potensial.
Typology tindakan
Barat Kristen vis-a vis Dunia Muslim selalu sama. Dimana saja berada
mereka mempunyai kekuatannya,sehingga dapat dengan mudah merencanakan pengaturan kembali tapal batas
wilayah kaum Muslimin di bawah dominasi mereka,termasuk setiap elemen asing
yang dijanjikan /diharapkan senantiasa menimbulkan perselisihan dengan
komunitas Muslim yang kemudian akan menciptakan hambatan permanen bagi
kebebasan dan kemajuannya.
Semua itu dan lebih
dari itu telah disadari /diketahui
setiap putra-putri muslim. Essai ini tidak bermaksud mengulangi kembali hal
serupa.Agaknya apa dicobakan di sini,menekankan titik point bahwa konfrontasi
Muslem –Kristen telah menimbulkan bahaya baru, kekejaman dan dendam yang lebih
parah, ketika barat Kristen menemukan Zionisme sebagai instrument (alat) ambisi
keinginan permusuhan anti Dunia Muslim.
Itulah signifikansi
deklarasi Balfour bagi hubungan
Kristen-Muslim dan Yahudi. Amerika membuat
penemuan ini hanya selama perang dunia II dan menjustifikasi ketika presiden
Truman terus terang menyatakan Amerika Serikat di belakang gerakan Zionisme
dengan meminta Inggris membuka
Palestina bagi imigran Yahudi yang tidak terbatas jumlahnya pada
tahun 1945.
Bagaimana sifat
karakter Zionisme?, bagaimana sejarahnya ?.Apa kekuatan internal yang menjaga
kelangsungan hidupnya ? Apa yang bisa
diharapkan dari semangat pemikiran Yahudi barat/? Kristen Barat ? jika agama
Yahudi suatu ajaran kuno ,sedangkan zionisme suatu yang baru maka apakah
hubungan diantara keduanya ? Kenapa Zionisme
bersikeras untuk mempunyai Negara Israil /? Bagaimana sikap Israil
terhadap Negara tetangganya /? Haruskah Israil senantiasa menempati Negara
Zinonist ? Bagaimana pendirian dan sikap Islam
terhadap kehadiran Negara Israil .?Bagaiman perang idiologi (ghozwul
Fikri) antara Israil dan dunia Islam disajikan ? Bagaimana keputusan Islam terhadap Israil
saat ini ?Mungkinkah diakui di bawah term konstitusi Syariah
?Perubahan-perubahan dan kondisi apakah yang diperlukan untuk membuat pengakuan
secara syah? Apakah Negara Palestina sekuler merupakan jawaban Islam
terhadap Problem Israil ? mungkinkah semua mesin Negara Israil dilucuti
? Dengan apakah Islam akan menggantikannya ? Bagaimana hukum dasar (konstitusi
) Islam dalam permasalahan sedemikian mengatur hubungan muslim – Yahudi di masa mendatang ? Ini semua dan berbagai
pertanyaaan lain menjadi obyek pokok
bahasan karya tulis yang hadir di tangan pembaca.
/S/
CHAPTER
II
BAB II
CELAH SEJARAH
EMANSIPASI YAHUDI
DI DUNIA
KRISTEN BARAT DI MASA LAMPAU
Orang-orang
kristiani telah faham atau salah memahami,status Yesus sebagai Tuhan yang diturunkan ke dunia untuk menderita mati
yang sangat hina sebagai penebus dosa
umat manusia dan juru selamatnya.Sebagai
konsekwensinya, mereka mereinterpretasikan semua sejarah Yahudi sebagai
propadeutic dan prolog sebuah
peristiwa besar.Jika di sana ada
penyaliban tuhan tentunya juga ada situasi historis atau setting sejarah dimana
tuhan juru selamat dapat diharapkan, dituduh dan dipersalahkan sebagai juru selamat
dosa manusia kemudian disalibkan.
Tentunya disana harus ada agama yakni agama Yahudi yang berkembang yang meraih status
legitimasi tertulis yang kokoh
di mana para robi yahudi/ telah menyelami kepercayaan mereka dalam
“tanjung waktu” dan masuk dalam konteks dimana tuhan disalib dapat memainkan peran bentuknya kembali
,dituntut dan dihukum dalam proses. Semua Yahudi dulu maupun sekarang
dikembalikan pada statusnya sebagai
instrument sepenuhnya, dan lagi sangat berbelit rumit, tetapi masih sebagai instrument/ alat inkarnasi Yesus dan
penyalibannya.
Pada dasarnya,semua orang kristiani tidak menolak dan tidak
menganggap suci orang-orang Yahudi karena keterlibatan mereka menjelang kisah peristiwa penyaliban .Sebaliknya mereka
mengadopsi secara besar-besaran sebagai
klaim dan milik mereka.Lewat eisegesis menginterpretasikannya
sebagai bentangan maksud tuhan secara gradual dalam sejarah(takdir).Namun
pengabdosian dan penyalinan tersebut telah merusak moment penting sejarah itu
sendiri.Penghinaan, fitnah, tuduhan serta hukuman dan penyaliban Yesus
oleh orang-orang Kristiani tidak dianggap sebagai langkah penting untuk
kesempurnaan dari sebuah scenario drama Tuhan.
Hati kecil mereka tidak bisa sepenuhnya menerima orang Yahudi
sebagai instrument akTif dalam berbagai peristiwa sejarah tersebut. Daripada
mengucapkan terima kasih pada peran
mereka sesuai logika klaim mereka yang
dikehendaki,mereka lebih cenderung menuduh
dan menganggap mereka berdosa besar,yaitu dosa deicide .Karena mengingat
penderitaan Yesus setiap perayaan paskah- sebenarnya di dalam
massa a dan komunitas pada kekhilafan pandangan belaka tentang penyaliban ada
dimana –mana yang senantiasa mengingat
mereka terhadap kematian Tuhan penyelamat - hati mereka mendidih penuh kebenciandan
dendam terhadap orang Yahudi sebagai
pelaku kejahatan dan dosa besar deicide.
Karena orang-orang Yahudi
banyak beralih agama Kristen,hati kecil
orang –orang kristiani merasa cukup puas dengan anggapan Yahudilah sebagai
biang deicide tersebut.Orang-orang Kristianipun melampiaskan dendam kusumat
mereka melawan kehadiran mereka selama itu hanya dalam batas imajinasi mereka
belaka.. Meski demikian seperti adanya orang Yahudi menolak klaim orang Kristiani
(ketuhanan) Yesus, bahkan menganggapnya sebagai dajjal pembohong besar.Ternyata
eksistensi mereka sebagai orang Yahudi menjadi batu sandungan terhadap klaim
orang Kristiani,bahwa Yesus adalah Mesiah dan Tuhan.Kelangsungan hidup mereka
demi kepentingan orang Kristiani dan
menjadi peringatan hidup abadi bagi
penderitaan Al Masih.
Dua elemen lebih telah mendesak pemikiran orang Kristiani melompat
dari kehadiran Yahudi sebagai reminder (peringaan)penderitaan Yesus untuk
cenderung mengindikasikan kehadirannya
sebagai suatu bentuk kekhilafan dari tindak kirminal yang mengerikan tersebut.
Pertamadisajian oleh alkitab yang mencatat bahwa para penuntut Yesus mengakui membenarkan tuduhan Yesus sebagai karya/tipu daya atau
rekayasa yang sengaja mereka buat dan tanggung jawab yang diterima untuk itu. (Matius 27,1,12,20,22)
Kemudian Al Kitab tsb juga mencatatnya sebagai kemauan mereka dan mengasumsikan bahwa tanggungjawab berada
pada mereka dan disamping untuk kepentingan generasi mendatang mereka .(matius
27: 25).Orang-orang Yahudi mungkin mengingkari bahwa mereka mengatakan
pengakuannya.
Karena sumbernya orang-orng kristiani maka element-element lama
dalam pemikiran orang kristiani tentu dibuat adanya kemungkinan tuduhan
/anggapan hal yang terjadi di masa mendatang .Itulah doktrin kristiani tentang
perwakilan dosa(dosa warisan) ,penderitaan dan jasa.
Pertama:
Dosa Adam sebagaimana klaim mereka telah melintasi semua keturunannya dan
kesalahannya menjadi dosa warisan dalam kehidupan umumnya .Semua orang secara
terpaksa berbuat dosa dan punya kekurangan dan kehilafan .Tidak ada usaha dan
bukan bagian kehendak dan kuasa mereka dapat menyelemtkan.
Dosa asli yang pernah .
orang kristiani adalah dosa bawaaan dalam hidupnya dan tidak dapat
dielakkan karena sedemikian itula membawa tuhan dan mendorong tuhan sendiri
menarik manusia pada kedudukan nasib atau takdirnya.
Dosa asli sebagaimana yang
dipegangi Kristen, dosa, hidup bawaan dan tidak bisa dielakkan .Itulah kenapa
Tuhan harus mengirim anaknya sendiri untuk membebaskan manusi dari
keputusasaannya yang terpaksan_subhanallah ‘amma yashifun.”
Kedua :Penderitaan Juga perwakilan penderitaan dan
jasa tersebut lewat dari Yesus ke umat manusia secaara misteri .Sebab Yesus
mati disalib,sebagaimana klaim mereka,maka orang Kristiani yang hidup dua ribu
tahun kemudian dengan sendiri merupakan jasa penderitaan Yesus karena
penderitaan telah………… secara perwakilan.
Hal ini membawa sebuah pemikiran yang diatur oleh sebuah kategori
“perwakilan pada tingkat moral.” Melompat pada suatu konklosi bahwa tetangga
orang Yahudi masa kini secara pribadi
berbuat kesalahan atas penngikarannya terhdap Yesus .
Sebenarnya Paus sendirilah yang menerima tanggungjawab resmi untuk
menjaga Yahudi seabagai jenis bangsa
syetan ,contoh kehidupan pengkhianatan dan kekafiran model pertama kejahatan
anti Al Masih(Cristus).Dialah yang menetapkan sepermpat khusus untuk yahudi di
Roma sebagai sebuah museum yang
mengerikan yang akan menjaga dan
memperlihatkan.
تحليل الاخطاء فى الترجمة من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية لدى طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية "محمدية فونوركو" للسنة الدراسية 2016/2017
1.
تحليل
الاخطاء فى الترجمة من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية لدى طلاب الصف
الحادى عشر للمدرسة الثانوية "محمدية فونوركو" للسنة الدراسية 2016/2017
ب. خلفيـة البحث :
الترجمة هى
عبارة عن فن نقل الفكرة او المعلومات لنصوص ما من اللغة الاصلية إلى اللغة المترجم
إليها . وهذه العملية لا تمكن
ممارستهابدون استيعاب اللغة المترجم إليها [1] .
وفى هذا الصدد مثلا فالمهارة اللغوية واستيعاب اللغة العربية مما يجب من تنميتها
وترقيتها على وجه اكمل [2] .
وفهذه العملية لا تنفك عن مشكلات المعنى من حيث انه نصب عناية المترجِم فى عمله
فالمناهج باجمعها والاساليب والمهارة فى هذا الفن تعين كثيرا لايراد المعانى وتعبيرها على قوالب اللغة
المُترْجَم إليها[3]
ورأى زبيدى أن
المعنى هو عبارة عن صورة من صور
الفكرةالمرادة والمعنى ركن من اركان هامة فى اللغة لانه جوهرة من المضمون يلقى بها
المراد [4]فإيراد
المعانى المناسبة باللغة المُتَرْجَمِ إِلَيْهَا باستخدام اساليبها امرصعب وذلك أن
المترجِم فى الواقع يتعرض لمشكلات
عديدة فى ممارسة عمله [5]
ومن المشكلات
التى يتعرض لها المترجِم أن عملية الترجمة
ذاتها امر صعب وذلك لِمَا وقعت اختلافات اساسية بين اللغة
العربية واللغة الاندونسية فى قواعد تركيبهما وثقافتهما ولقلة استيعابه
باللغة المترجم إليها من وجه وقلة
استيعابه بقواعد الترجمة من وجه اخر[6]
إن المدرسة الثانوية "محمدية فونوركو" احدى المؤسسات التعليمية الاهلية وهى التى تكون محلا يجرى فيه البحث والدراسة فى هذا المجال .فهى بمثابة المدرسة لمستوى المرحلةالدراسيةالثانوية التى
تتخلل المدة الدراسية فيها خلال ثلاث سنوات واماالصف الحادى عشر فهو صف متوسط يقضى فيه الطلاب
دراستهم من خلا له. بناء على ما حصل من الحوار بمعلمة اللغة العربية فيها
الاستاذة السيدة اشتراكة هاروم رحماواتى انها تشرح قائلة إن معظم الطلاب يصعب
عليهم تعلُّمُ اللغة العربيةوخاصةبامر الترجمة ,ويدل على ذلك أن النتائج الحاصلة
من التقويم والمراجعة لمادة اللغة العربية التى حصل عليها الطلاب كانت رديئة والاخطأ تقع كثيرا فى علامات الترقيم وترجمة الظمائر وتركيب
الكلمات وسياق الكلام وترجمة
المفردات المركبات فيها , وذلك ينشأ من قلة استيعابهم بالمفردات وقصور فهمهم
لقواعد اللغة وقلة تدريبهم على الترجمة وكان المدرس يفضل كثيرا استخدام الطريقة الالقائية فى وجه وبالاضافة
إلى ذلك فانه يعتمد كثيرا على المعجم والقاموس وسيلة يدرس بهاتلاميذه من وجه اخرومن
ثم بعض التلاميذ يفهم الدرس عندماامره المدرس بالترجمة ومنهم من ينام فيصعب عليه
فهم موضوع المادة الذى شرحه المدرس فهذه هى الدواعى التى تترتب عليها الاخطاء
لديهم فى ترجمة نص اللغة العربية إلى اللغة الاندونسية
ومن هذه
الاسباب الخلفية انه جدير بالكاتبة
الباحثة على ان يقوم بالبحث عن تحليل الاخطاء فى الترجمة من اللغة العربية إلى اللغة
الاندونيسية لدى طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية "محمدية
فونوركو" للسنة الدراسية 2016/2017
ج . تركيز الدراسة
بناء على
تنائج البحث والاسباب الخلفية لهذه المشكلات توجهت الدراسة إلى البحث عن تحليل الاخطاء فى الترجمة من اللغة العربية إلى اللغة
الاندونيسية لدى طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية "محمدية
فونوركو" للسنة الدراسية 2016/2017
د . صياغة المشكلات
وينبنى على الاسباب الخلفية المذكورة أن هذه الدراسة تبحث عن
الامور الاتية :
1.
ما هى المشكلات التى تواجه دارسى اللغة العربية فى ترجمة النص من
اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية من
طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية
"محمدية" بفونورجو للسنة الدراسية 2016/2017
2.
كيف تحليل الأخطاء فى الترجمة من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية وتصحيحها واصلاحها لدى
طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية
"محمدية" بفونورجو للسنة الدراسية 2016/2017
3.
كيف التقويم على هذه الاخطاء فى الترجمة من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية لدى طلاب الصف الحادى
عشر للمدرسة الثانوية "محمدية"
بفونورجو للسنة الدراسية 2016/2017
هـ.
اهداف البحث والدراسة
وتهدف هذه الدراسة إلى:
1.
التعرف على المشكلات التى تواجه الدارسين فى ترجمة النص من اللغة العربية إلى اللغة
الاندونيسية لدى طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية "محمدية" بفونورجو
للسنة الدراسية 2016/2017
2.
معرفة تحليل الأخطاء واصلاحها وتصحيحها فى
ترجمة النص من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية لدى طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية "محمدية" بفونورجو
للسنة الدراسية 2016/2017
3.
التعرف على تقييم الأخطاء في الترجمة فى
ترجمة النص من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية لدى طلاب الصف الحادى عشر للمدرسة الثانوية "محمدية" بفونورجو
للسنة الدراسية 2016/2017
و. فوائد البحث
ويتوقع من هذه الدراسة ان يوسع
الافق العلمى نظريا فى تعليم اللغة العربية خاصة فى ترجمة النصوص العربية
نقلا من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية وذلك لتحسين نوعية التعليم تعليم
اللغات الأجنبية. في حين أن الفوائد العملية للبحث هي
1.
بالنسبة للمعلم ومن المتوقع أن تساعد وتسهل المعلمين في تقديم المواد
باللغة العربية، خاصة لفهم النص العربي
2.
. بالنسبة للطلاب، حيث يتمكنوا بها على ترجمة النصوص العربية إلى اللغة الاندونيسية وفق القواعد اللازمة فى هاتين اللغتين
3.
بالنسبة للباحثين، تحقيقا للجهود المبذولة
لتحسين نوعية أنفسنا والباحثين المتخصصين في محاولة لتحسين الجودة، العملية،
والنتيجة.
و . دراسة مختلف النظريات ونتائج البحوث السابقة
(أ)
دراسة النظريات
1.
تحليل الاخطاء
ووقعت معظم الأخطاء لدى الطلاب نتيجة عن عوامل الكفاءة حيث انهم لم يفهموا
قواعد اللغة التي يستخدمونـها. وتحدث هذه الاخطاء عن طريقة منتظمة واستمرت لفترة
أطول إذا لم يكن هناك إصلاحها وكان جرت محاولة
الاصلاحات عادة من قبل المعلمين، على سبيل المثال من خلال التدريس العلاجي،
والتدريبات ، والممارسة، وما اشبه ذلك
تحليل الخطأ هو إجراءات العمل، التى يستخدمها الباحثون ومدرسواللغات فى ممارسة
اعمالهم.
وأما خطوات تحليل
الاخطاء فهى ما يلى :
أ. جمع العينات والبيانات
ب. تحديد الأخطاء
ج. شرح الاخطاء
د. تصنيف الاخطاء
ه. تقييم الاخطاء
2. الترجمـة
أ. تعريف الترجمة
أ. جمع العينات والبيانات
ب. تحديد الأخطاء
ج. شرح الاخطاء
د. تصنيف الاخطاء
ه. تقييم الاخطاء
2. الترجمـة
أ. تعريف الترجمة
اقتبس لفظ الترجمة من كلمة عربية وهو ما يعنى شرح المراد من لغة اصلية من النص إلى لغة أخرى أو نقل المعنى من لغة إلى لغة أخرى.[7] فالترجمة هى عبارة عن محاولة لنقل المعانى المرادة من اللغة العربية (اللغة الاصلية ) من النص إلى ما يعادلها في اللغة الاندونيسية (اللغة المترجَم إليها )[8]. واخذ ت عملية الترجمة تمر بالتأكيد من خلال مرحلتين، وهما تقبلا ومنتجة. فتتم فى مرحلة التقبل الدراسة نحو النصوص بلغتها الاصلية التى ينطوي على تحليل سياق الكلام ونسق الجملة ومعنى كل كلمة. واما في المرحلة الإنتاجية فيسعى المترجم لاعادة بناء هذه الأفكار إلى اللغة المستهدفة بدقة ووضوح.[9]
ب. أسلوب الترجمة
هناك أربعة أساليب فى الترجمة بالنسبة إلى اللغة المترجم إليها وهي مايلى :
1) طريقة الترجمة كلمة فكلمة
يرتكز هذا النوع من الترجمة على اللغة الاصلية من النص كلمة فكلمة ، وتتوقف على
مستوى الكلمات. فلم يكن عملية المترجم إلا
ان يبحث عن كلمات تعادل في اللغة الاصلية وتناسب بما يكون فى اللغة المترجم
إليها
و في الواقع يمكن
أن تستخدم هذه الطريقة بشكل صحيح عند ما كان تركيب الكلام وسياقه،- وخاصة ترتيب
الكلمات – فى اللغة الاصلية من النصوص لا
يختلف بما فى اللغة المترجم إليها غاية الاختلاف.
2) طريقة الترجمة الحرفيه
تتم الترجمة الحرفية عن طريق نقل قواعد اللغة الاصلية من النصوص
إلى قواعد اللغة المترجم إليها التى تحتوي على أقرب ما يعادلها. فى هذه الطريقة تتم الترجمة كثيراطوعا بما فى اللغة الاصلية ومشكلاتُ السِياَقِ تُهْمَلُ لا تُراعَى بشدة .
لأنها تفضل التشكيل بدلا من معنى.
وبالإضافة إلى ذلك، فإن الترجمة تبدوتَكَلُّفِيَّةً لأن المترجم لا تفرض قواعد
صارمة لقواعد اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية.
3) طريقة الترجمة الوفية
بهذا الأسلوب يسعى المترجم على نقل المعانى السياقية المناسبة رغم مخالفة قواعد اللغة المترجم إليها ( اللغة المستهدفة ). في هذه الترجمة نقلت المفردات الثقافية مع مراعاة نسق الكلمات وسياق الكلام وفق قواعد اللغة
4) طريقة الترجمة التفسيرية
يرتكز هذا النوع من الترجمة على البحث عن ما يعادل مستوى الكلمات إلا أنهالا تزال تتوقف على ثقافة اللغة الاصلية ( اللغة المصدرية من النص ) وفى ذلك حاول المترجم نقل المعانى السياقية المناسبة بما يكون اكثر شبها فى التركيب والمعنى فى اللغة المترجم إليها. [10]
ج. الفرق بين اللغة العربية واللغة الاندونيسية
ومن الامور الرئيسية التى يجب ان يتوفر المترجم فى عمله استيعاب واف واستيلاء كاف على المفردات وقواعد كل من تا نك اللغتين ( اللعة العربية واللعة الاندونيسية ) إذ هناك بعض الاختلافات بين بنية الجمل في اللغة العربية والإندونيسية.
أولا، بنية الكلام
وتركيبه التى تستخدم في اللغة العربية
كثيراما على شكل الجملة الفعلية ومن حين
كانت بنية الكلام وتركيبـه التى تستخدم فى اللعة الاندونيسية على شكل الجملة
الاسمية
ثانيا، بخلاف اللغة الإنجليزية أواللغة من اللغات فى العالم التى تستخدم الحروف اللاتينية، فإن اللغة العربية لا يوجد
لديها علامات الترقيم أو التنقيط إلا فيما كتبت فى المقالات العصرية المتقدمة من
الكتابة المتطورة ، مثل المجلات والصحف. وبالإضافة إلى ذلك، فإن الجملة العربية
تتكون من الوحدات التي كانت هي قصيرة جدا.من حيث لربط هذه العناصر الصغيرةتستخدم
فى ذلك ادوات العطف ، مثل الوو والفاء وثم
ثالثا، وفى اللغة العربية لما كانت الجملة مبنية للمجهول حذف
دائما الفاعل منها . بخلاف اللغة الإندونيسية فى نفس الجملة فإنها لا تزال كثيرا يذكرفيها الفاعل
رابعا، مشكلات المطابقة (كتطابق المبتدأ بخبره مفردا وجمعا
مذكرا ومونثا وتطابق الفعل وفاعله ).و في قواعد اللغة العربية فتطابق الكلمات فى
الجملة شيء ضرورى يجب أن يفهم ويراعى كل المراعاة .
د.مشكلات الترجمة من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية
ومن المشاكل التى تواجه الترجمة الإندونيسية كثيرا ما يلى
1) إن مشكلة التدخل في الترجمة تنبع مما يقع من التفاعل بين اللغتين فى نفس الناطق بهما معا. حيث انه يقوم بترجمة النصوص عن طريق ربط ما يكون فى اللغتين وتحديد العناصر اللغوية في اللغتين وهمافى هذه الحالة اللغة العربية واللغة الاندونيسية لذلك هناك ظواهر التدخل. ظواهر تسبب بنية الجملة غير موافقة بالقواعد اللغوية ، وأخطاء استخدام علامات الترقيم، واستخدام صيغ الكلمات المخطئة ، مما تسبب في الخطأ.
2) والمشكلة النظرية. أنشطة الترجمة هي معقدة للغاية لأنها تنطوي على مجموعة واسعة من القدرات فى آن وحد دفعـة واحدة ومنها إتقان المهارة اللغوية فى هاتين اللغتين، والقدرة النظرية والمعرفة حول مختلف الأمور، والحدس.
3) ومشكلة المفردات. كيفية ترجمة المفردات من خلال إيجاد ما يعادلها في اللغة للمتلقي.
4) مشكلات تحويل الحروف وهوتحويل اسماء العلم او الاعلام من اعلام الجنس الاجنبيــة او اسماء البلاد والمصطلاحات الاجنبـية من اللغة الاجنيبة إلى اللغـة الاندونيسية [11]
ومن المشاكل التى تواجه الترجمة الإندونيسية كثيرا ما يلى
1) إن مشكلة التدخل في الترجمة تنبع مما يقع من التفاعل بين اللغتين فى نفس الناطق بهما معا. حيث انه يقوم بترجمة النصوص عن طريق ربط ما يكون فى اللغتين وتحديد العناصر اللغوية في اللغتين وهمافى هذه الحالة اللغة العربية واللغة الاندونيسية لذلك هناك ظواهر التدخل. ظواهر تسبب بنية الجملة غير موافقة بالقواعد اللغوية ، وأخطاء استخدام علامات الترقيم، واستخدام صيغ الكلمات المخطئة ، مما تسبب في الخطأ.
2) والمشكلة النظرية. أنشطة الترجمة هي معقدة للغاية لأنها تنطوي على مجموعة واسعة من القدرات فى آن وحد دفعـة واحدة ومنها إتقان المهارة اللغوية فى هاتين اللغتين، والقدرة النظرية والمعرفة حول مختلف الأمور، والحدس.
3) ومشكلة المفردات. كيفية ترجمة المفردات من خلال إيجاد ما يعادلها في اللغة للمتلقي.
4) مشكلات تحويل الحروف وهوتحويل اسماء العلم او الاعلام من اعلام الجنس الاجنبيــة او اسماء البلاد والمصطلاحات الاجنبـية من اللغة الاجنيبة إلى اللغـة الاندونيسية [11]
5)ومشكلة علامات الترقيم المشكلة. ووهناك شيء آخر يهم المترجم كل
الرعاية هو علامات الترقيم، مثل استخدام الحروف الكبيرة،
الفواصل، مائل، علامات استفهام، وهلم جرا. أما
بالنسبة للغة العربية لا تعترف الأحرف الكبيرة.[12]
(ب) البحوث السابقة
الأبحاث المتعلقة حول تحليل الاخطاء قد قا م بها عدد من الباحثين و منهم :
1. أحمد عبد القادر العلوى في بحثه بعنوان تحليل الاخطاء فى استخدام الضمائر خلال الحوار فى الافلام ، وهو رسالة علمية نهائية للمادة الدراسية :" التفاؤل الاتصالى" للطالب لكلية اللغة العربية بالجامعة الاسلامية الحكومية بولاية سيمارانج في عام 2010ومن نتائج بحثه انه يعثر فى ذلك على 121 أخطاء. واما الأخطاء فى استخدام الضمائر في سبعة أفلام فيتكون من سبعةاصناف من الضمائر المنفصلة الخاصة للرفع وسبعة اصناف من الضمائر المتصلة الخاصة للرفع وثمانيةاصناف من الضمائرالخاصة للنصب وااثنين والعشرين صنفا من الضمائر الخاصة للجر وثلاثة وسبعين صنفا من الضمائر المستترة وجوبا واربعة اصناف من الضمائرالمستترة جوازا ولا يتم تضمين أخطاء استخدام االضمائر المنفصلة فى تلك الافلام السبعة فى حين ان هناك ما يصل إلى 121 من الخطاء فى استخدام الضمائر ، 120 خطأ منها تنشأ فى استخدام الضمائر التى لا تتفـق مع مرجعها وواحد منهاينشأ اعلى انه لا يتوافق مع قواعد ه فإصلاحه يتم مقترحا مع تصحيح الجمل تلفيظا شفهويا تقريبا للفهم
2. خير من فى البحوث بعنوان تحليل الاخطاء للتلاميذ فى الترجمة التحريرية من اللغة العربية إلى اللغة الاندونيسية للمدرسة المتوسطة الاسلامية "دار العلوم " عابر جتيس بولاية موجوكيرطا . وأما المشاكل التي تناولتها هذه الرسالة فهي :
(1) مجموعة انواع من الأخطاء في الترجمة من العربية إلى الإندونيسية للمدرسة المتوسطة الاسلامية "دار العلوم " عابر جتيس بولاية موجوكيرطا ؟
(2)اسباب الأخطاء في الترجمة من العربية إلى الإندونيسية في المدرسة المتوسطة الاسلامية "دار العلوم " عابر جتيس بولاية موجوكيرطا ؟
(3) ماقام به المعلم لحل اخطاء الطلاب في الترجمة من العربية إلى الإندونيسية في للمدرسة المتوسطة الاسلامية "دار العلوم " عابر جتيس بولاية موجوكيرطا ؟
وأظهرت النتائج أن أخطاء الطلاب في الترجمة من العربية إلى الإندونيسية في المدرسة المتوسطة الاسلامية "دار العلوم " عابر جتيس بولاية موجوكيرطا هي كما يلي : قلة فهم النصوص، حيث انها لا تزال تتعامل مع اللغة الأولى، وعدم إتقان اللغة العربية والإندونيسية، وعدم قدر الكفاءة الكافية فى تقنيات الكتابة لدى التلاميذ لذا على المعلم ان يكون عنده ذكاء جيد في اختيار المواد التي تدرس .كما انه فى الحاجة إلى استخدام الأساليب الملائمة وسائل الإعلام تتضاعف والمراجع كما دعم المرافق والبنية التحتية في الترجمة واما الفرق في هذه الدراسات من هذا البحث بما فى دراساتنا وبحثنا فهو نتيجة حصل عليها الدراسة ومحل البحث حيث ان محل بحثنا فى المدرسةالثانوية الاسلامية "محمدية بفونوروكو.
ح . منهج البحث
1. تصميم البحث وانواع البحث
طرق البحث ا النهج ونوع الدراسة تستخدم هذه الدراسة المنهج الكيفي، والتي لديها خصائص (وضع طبيعي) الطبيعي كمصدر للبيانات مباشرة، والأوصاف، عمليةالاجراءات أكثر أهمية من النتيجة. التحليل في هذه الدراسة ضرورية[13]. البحث النوعي هو البحث الذي ينتج البيانات الوصفية في شكل كلمات مكتوبة أو منطوقة من الناس والسلوكيات التي يمكن ملاحظتها.[14]
ب . حضورالباحث خاصية البحث النوعي لا يمكن فصلها من الملاحظة بالمشاركة (مشارك للمراقبةاو الملاحظة)، لأن دور الباحث اكثر أهمية فى تحديد جميع المراحل التى جرى فيها البحث بوجه الكمال.[15] لذلك، في هذه الدراسة تصرف الباحث كأداة رئيسية،وفى نفس الوقت انه نفسه مشارك تمام المشاركة فى جمع البيانات، وغيره كأداة داعمة. ج. مكان البحوث
اتخذ موقع البحوث في المدارس الدينية عاليه محمدية.الاولى فضل الباحث ان يتخذ هذا الموقع محل البحث لمعرفة الاخطاء في ترجمة اللغة العربية إلى الإندونيسية في هذه المدرسة.
د. مصادر من البيانات مصادر البيانات الرئيسية في البحث النوعي هي أقوال وأفعال والباقي فمن البيانات الإضافية مثل المستندات وأشبهها منها[16] . وبالتالي مصدر البيانات في هذه الدراسة هي الكلمات والأفعال كمصدر للبيانات الأولية، وأما مصدر البيانات والصور والإحصاءات مكتوبة هي مصدر بيانات إضافية. هـ . طرق جمع البيانات. يتم تضمين طرق جمع البيانات في هذه الدراسة يشمل المقابلات والملاحظة والوثيقة.
1. طريقة المقابلة المقابلة هي شكل من أشكال الاتصال بين شخصين، تنطوي على الشخص الذي يريد الحصول على معلومات من شخص آخر عن طريق طرح الأسئلة حسب الغرض المعين. في هذه الدراسة النوعية،استخدم الباحثون مقابلات مفتوحةعلى ان الاشخاص الذين ظل شأنهم موضوع البحث كانوا على علم تام بأن يجري مقابلات معهم ويعرفون جيدا ما هو الغرض من المقابلة.[17]
2 . طريقة الملاحـظة وقال ناسوتيون إن هذه الملاحظة هي أساس جميع العلوم. والعلماء لا يمكن العمل إلا وفق البيانات وهى حقائق عن عالم الواقع حصل عليهاالباحث من خلال الملاحظة مباشرةوفى هذا البحث النوعي استخدم الباحث الملاحظة المشاركة السلبية والمراقبة بصراحة والمقنعة. الملاحظة المشاركة السلبية من الباحثين هو وضع النشاط الملحوظ، ولكنه لا يتدخل في هذه الأنشطة. في حين بصراحة ومموهة الملاحظة التي أعرب الباحثون في جمع البيانات بصراحة إلى مصدر البيانات، التي كانت تفعله البحوث. ولكن في حين أن باحثين آخرين لم علنا أو سرا في مراقبة، وهذا هو لتجنب أن البيانات سعى هي البيانات التي لا تزال سرية. 3. طريقةالوثيقة وقد استخدمت وثائق طويلة في مجال البحوث كمصدر للبيانات لأنه في العديد من الطرق وثيقة كمصدر بيانات يمكن استخدامها لدراسة وتفسير، حتى التنبؤ بها. وثائق يمكن من خلال مذكرات مكتوبة أو تسجيل / الأشرطة السمعية والفيديو، والتقاط الصور أو الأفلام. في هذه الدراسة النوعية، استخدم الباحثون هذه الوثائق والصور، كما هو مكتوب بيانات الوثائق في هذه الدراسة. و.طريقة تحليل البيانات طريقة تحليل البيانات في هذه الدراسة باستخدام تحليل البيانات النوعية. التحليل النوعي هو عملية إيجاد البيانات بشكل منهجي بتجميع البيانات التي تم الحصول عليها من المقابلات، وصندوق الملاحظات الميدانية غيرها من المواد التي يمكن فهمها بسهولة، ويمكن أن ترسل نتائجها للآخرين.[18] تقنية تحليل البيانات هي اتباع مفهوم مايلز وهوبرمان، تشير إلى أن النشاط في تحليل البيانات النوعية يقوم بشكل تفاعلي ويحدث باستمرار في كل مرحلة من مراحل البحث وذلك لاستكمال والبيانات حتى أسنانها. ويشمل النشاط في تحليل البيانات للحد من البيانات، عرض البيانات، والاستنتاج.[19] خطوة بخطوة التحليل على النحو التالي: أ. تخفيض البيانات هو تلخيص، واختيار الأشياء التي هي أساسية، مع التركيز على الأشياء التي هي مهمة. وهكذا، فإن البيانات التي تم تخفيض توفر من المزيد وتسهيل الباحثين لإجراء المزيد من جمع البيانات. ب. عرض البيانات (عرض البيانات) هو عملية إعداد المعلومات المعقدة إلى شكل يمكن أن يكون أكثر بساطة وبطريقة منهجية يمكن فهمها معناها. بعد خفضت ثم قدم البيانات وفقا للنمط في شكل الوصف السردي. ج. الاستنتاج والتحقق
ز. التحقق من صحة النتائج
صحة البيانات هو مفهوم المهم الذى يتم تحديثها من (الصحة) والموثوقية (الموثوقية)[20]. يجوز عقد درجة صحة البيانات والتحقق مع تقنيات المراقبة الحثيثة والتثليث. تم اكتشاف المراقبة الحثيثة الخصائص والعناصر في الحالة التي هي ذات الصلة جدا لهذه المسألة التي يجري البحث عنها. تقنية التثليث هي تقنية التي تستخدم فحص بيانات شيء آخر وراء البيانات لأغراض فحص أو المقارنة بين البيانات.
ح. مراحل البحث
مراحل المرحلة في هذا البحث ثلاث مراحل، وإلى جانب المرحلة الأخيرة من البحث هي مرحلة كتابة التقارير البحثية، ومراحل الدراسة كانت. (1) مرحلة ما قبل المحكمة، والتي تشمل صياغة البحث واختيار مجال البحوث، والتراخيص، لاستكشاف وتقييم حالة المجال، واختيار واستخدام المخبرين، نصب المعدات العلمية وأن مسألة أخلاقيات البحث. (2) مرحلة العمل الميداني، وتشمل: فهم بحوث أساسية وإعداد أنفسهم للدخول في مجال والمشاركة في حين جمع البيانات. (3) مرحلة تحليل البيانات وأثناء وبعد جمع البيانات. (4) مرحلة كتابة نتائج تقرير بحثي.
أولا النظاميات مناقشة وسيتم عرض هذه الدراسة إلى خمسة فصول مترابطة، وهي: الباب الاول و هو المقدمة التى تتضمن المشاكل الأساسية، وصياغة المشكلة والأهداف والفوائد المترتبة على الأبحاث وطرق البحث، والبحث المنهجي. والباب الثاني يبحث عن تحليل الأخطاء فكرة، مفهوم الترجمة وانواع الترجمة، والاختلافات في اللغة العربية والإندونيسية، ومشاكل الترجمة. ويناقش الباب الثالث وصف عام عن المدرسة الثانوية الاسلامية "محمدية " الاولى بفونوروكو يتكون من موقعها الجغرافي، و تاريخ تأسيسها ورسالتها الدراسية وأهدافها والهيكل لتنظيمي للطلاب، والاحوال من المعلمين والطلاب والمرافق والبنية التحتية، والمناهج الدراسية، والعوائق التي تواجه كل طالب وحلولها. ويتضمن الباب الرابع بالبحث والمناقشة. في هذا الباب، قدمنا البيانات ونتائج البحوث على تحليل أخطاء الترجمة من اللغة العربية للطلاب الى اللغة الاندونيسية في الصف الحادي عشربالمدرسة الثانوية الاسلامية " محمدية " الاولى بفونوروكو الباب الخامس الاختتام والذي يحتوي على الاستنتاجات والاقتراحات.
Top of
Form
Bottom of
Form
[1] ), نور مفيد وكسيرون س، الرحمن، Buku
PIntar Menerjemah Arab Indonesia (Surabaya: Pustaka Progresif, 2007), 6.
[4] )فتح الرحمن Metodologi
Pembelajaran Bahasa Arab (Malang: Madani
Kelompok 5),. ( مالانج ، مطبعة المدنى kelompokintrans ص. 5
[18] )، Pedoman
Penulisan Skripsi STAIN Ponorogo, Jurusan Tarbiyah, Syariah, Ushuluddin
(Ponorogo: T.P, 2008).ص.54
[19] ) ماتى
وغليس,
Analisis Data Kualitatif (Jakarta: UI Press, 1992), 20.(جاكرتا
مطبعة جامعة اندونيسيا ) ص 20
Subscribe to:
Posts (Atom)